Oleh: satria zr
Sosok romantis ricky
membuat ia sangat dikagumi nindi, setiap malam minggu tiba ricky selalu
memberikan setangkai mawar pada nindi, membuat cinta mereka selalu bersemi dan
tak terhalang.
Hampir tiga kali dalam seminggu ricky dan nindi menatap
lembayung berdua dipantai putih, udara senja seolah menjaga cinta mereka,
keutuhan cinta yang hakiki mempersatukan dua sejoli yang berpegangan tangan
dalam suatu janji. Menjaga puluhan mawar pemberian sangatlah berarti bagi
nindi, entah tak tau kapan mawar-mawar yang memenuhi kamar akan mati dengan
sendirinya, tapi nindi selalu menjaganya seperti menjaga sebuah janji.
Suatu malam disebuah
bukit yang indah, ricky dan nindi berdua, bulan membeli pancaran terang pada
langit dan memantul sampai ketanah, taburan bintang menambah indahnya malam itu,
ricky memberikan nindi sebuah kalung yang indah, membuat perasaan nindi sangat
bahagia, dua sejoli itu duduk romantis direrumputan sambil menatap langit malam
yang terang, ricky kemudiab bertanya pada nindi,
“seandainya ada bintang yang jatuh malam ini, apa yang kau
inginkan agar terkabuli”
Nindi berkata “permintaanku sangat banyak, aku ingin kau
selalu bersamaku, aku ingin bahagia, aku ingin suatu saat kita nikah, aku ingin
selalu bersamamu ditempat yang indah, dan banyak sekali yang kuinginkan”
Sambil tersenyum ricky berkata “wah.. banyak banget, semoga
terkabuli ya”
Nindi kemudian bertanya pada ricky “seandainya ada bintang
jatuh malam ini, apa yang kau inginkan agar terkabuli”
Ricky memandang nindi dengan senyuman dan berkata pada nindi
“aku ingin beribu bintang akan jatuh agar semua keinginanmu
dapat terkabuli”
Nindipun memeluk ricky erat-erat dan berbisik “jangan
tinggalkan aku”
Malam minggu yang
kesekian kali ricky datang kerumah nindi, tidak lupa suatu hal yang wajib bagi
ricky memberikan nindi setangkai mawar, seperti biasa juga nindipun tersenyum
dan habisi malam dengan berbagai cerita bersama ricky.
Entah itulah syurga untuk mereka berdua yang selalu dihujani
cinta dengan kedamaian,
Nindi bahkan bersumpah pada dirinya untuk selalu menjaga
cinta ini. Begitupun dengan ricky, baginya nindi adalah cinta sejati yang abadi
selamanya dalam palung hati.
Sekian lama menjalin
hubungan pacaran, rickypun memutuskan untuk bertunangan dengan nindi, nindi
sangat bahagia, raga ricky yang sepenuhnya sedikit lagi bisa dimiliki, keluarga
ricky dan nindi sangat dekat bagi saudara, hal itu membuat kenyamanan cinta
ricki dan nindi.
Sosok tampan ricky dengan keromantisan yang tak berlebihan
sangatlah menjadi alasan bagi nindi untuk menerima hasrat suci ricky,
Dua bulan lagi
tepatnya bulan desember mereka akan melangsungkan pernikahan, keharmonisan
cinta dibulan oktober ini merupakan suatu bukti detik-detik kebahagiaan mereka,
dalam minggu ini mereka selalu bersama merangkai harapan mereka penuh liberty
cinta.
Suatu malam ricky
bertemu nindi disuatu taman yang penuh warna kedamaian, setelah memberikan
setangkai mawar ricky berkata pada nindi
bahwa besok ia akan berangkat kepulau dewata untuk memberi persiapan
pernikahan mereka.
Entah mengapa nindi
sangat berat mengizinkan ricky pergi kepulau bali walau cuma dua hari saja,
malam yang tepat tanggal 10 oktober ini membuat nindi tak merasa nyaman dengan
batinnya, tapi tak ada alasan untuk melarang ricky dengan tujuan untuk
keharmonisan mereka berdua, dengan sedikit senyuman nindi cuma berkata “cepat
kembali”. Malam ini mereka habiskan dengan canda tawa ditengah hangatnya sinar
bulan. Malam seakan menjaga mereka dengan taburan bintang, dinginnya malam
menjadi penutup waktu mereka untuk hari ini.
Keesokan harinya,
rickypun berangkat ke denpasar, walaupun nindi tak menemani namun mereka seolah
dekat dan saling berkomunikasi melalui Hp, setelah dua hari akan berlalu, ricky
berencana pulang esok hari, namun malam ini ricky berencana untuk menghabiskan
waktu sendirinya disebuah bar café bernama sari club, sambil menelpon nindi,
ricky asyik menikmati malamnya di sary club, selesai menepon ricky juga
melanjutkan pesta malam di sary club.
Keesokan harinya
nindi bangun dengan perasaan yang seperti mimpi buruk, nindi bertanya-tanya
pada dirinya, ada apa ini, nindi sangat kaget ketika mendengar kabar dari
ibunya bahwa telah terjadi ledakan di bali tepatnya sary club café.
Nindi menghubungi ricky berkali-kali tapi sayang nomor ricky
tak aktif.
Kekhawatiran nindi
terbayar sudah dengan kabar media eletronik bahwa terjadi bom bali dengan
korban 202 orang dan salah satunya adalah ricky.
Seketika itupun nindi tak sadarkan diri, berjam-jam lamanya
nindi tak sadarkan diri. Setelah sadar nindi seolah tak percaya dengan semua
ini, nindi mengambil tasnya dan akan mencari ricky ke bali, ibunda nindi
menangis melihat ulah nindi, dan memeluk eret nindi yang seperti gila dengan
kenyataan ini.
Nindi menangis dan terus menangis, dia belum yakin orang
yang dicintainya telah meninggalkannya.
Ricky telah
pergi, ya.. ricky telah tiada, impian
suci kemarin selalu terjaga walau tak terwujud. Air mata nindi selalu menemani setiap
harinya dan saat malam minggu tiba, sosok yang biasa datang dengan setangkai mawarnya
kini takan datang lagi, ricky telah pergi dan selamanya takan kembali lagi.
Nindi selalu menatap mawar-mawar pemberian ricky yang
semakin layu.
Esok harinya nindi
datang kepusara ricky dengan membawa setangkai mawar, ini adalah pemberian
nindi yang terindah menutupi pemberian mawar yang telah berlalu.
Mawar terakhir yang melambangkan penutup kisah suci mereka,
Biarlah keabadian kenagan melekat pada hati, selamat jalan
cinta.
