Kamis, 25 Oktober 2012

MAWAR TERAKHIR DIBULAN OKTOBER




                                                                                                        Oleh: satria zr

  Sosok romantis ricky membuat ia sangat dikagumi nindi, setiap malam minggu tiba ricky selalu memberikan setangkai mawar pada nindi, membuat cinta mereka selalu bersemi dan tak terhalang.
Hampir tiga kali dalam seminggu ricky dan nindi menatap lembayung berdua dipantai putih, udara senja seolah menjaga cinta mereka, keutuhan cinta yang hakiki mempersatukan dua sejoli yang berpegangan tangan dalam suatu janji. Menjaga puluhan mawar pemberian sangatlah berarti bagi nindi, entah tak tau kapan mawar-mawar yang memenuhi kamar akan mati dengan sendirinya, tapi nindi selalu menjaganya seperti menjaga sebuah janji.
  Suatu malam disebuah bukit yang indah, ricky dan nindi berdua, bulan membeli pancaran terang pada langit dan memantul sampai ketanah, taburan bintang menambah indahnya malam itu, ricky memberikan nindi sebuah kalung yang indah, membuat perasaan nindi sangat bahagia, dua sejoli itu duduk romantis direrumputan sambil menatap langit malam yang terang, ricky kemudiab bertanya pada nindi,
“seandainya ada bintang yang jatuh malam ini, apa yang kau inginkan agar terkabuli” 
Nindi berkata “permintaanku sangat banyak, aku ingin kau selalu bersamaku, aku ingin bahagia, aku ingin suatu saat kita nikah, aku ingin selalu bersamamu ditempat yang indah, dan banyak sekali yang kuinginkan”
Sambil tersenyum ricky berkata “wah.. banyak banget, semoga terkabuli ya”
Nindi kemudian bertanya pada ricky “seandainya ada bintang jatuh malam ini, apa yang kau inginkan agar terkabuli”
Ricky memandang nindi dengan senyuman dan berkata pada nindi
“aku ingin beribu bintang akan jatuh agar semua keinginanmu dapat terkabuli”
Nindipun memeluk ricky erat-erat dan berbisik “jangan tinggalkan aku”

  Malam minggu yang kesekian kali ricky datang kerumah nindi, tidak lupa suatu hal yang wajib bagi ricky memberikan nindi setangkai mawar, seperti biasa juga nindipun tersenyum dan habisi malam dengan berbagai cerita bersama ricky.
Entah itulah syurga untuk mereka berdua yang selalu dihujani cinta dengan kedamaian,
Nindi bahkan bersumpah pada dirinya untuk selalu menjaga cinta ini. Begitupun dengan ricky, baginya nindi adalah cinta sejati yang abadi selamanya dalam palung hati.
  Sekian lama menjalin hubungan pacaran, rickypun memutuskan untuk bertunangan dengan nindi, nindi sangat bahagia, raga ricky yang sepenuhnya sedikit lagi bisa dimiliki, keluarga ricky dan nindi sangat dekat bagi saudara, hal itu membuat kenyamanan cinta ricki dan nindi.
Sosok tampan ricky dengan keromantisan yang tak berlebihan sangatlah menjadi alasan bagi nindi untuk menerima hasrat suci ricky,
Dua  bulan lagi tepatnya bulan desember mereka akan melangsungkan pernikahan, keharmonisan cinta dibulan oktober ini merupakan suatu bukti detik-detik kebahagiaan mereka, dalam minggu ini mereka selalu bersama merangkai harapan mereka penuh liberty cinta.
  Suatu malam ricky bertemu nindi disuatu taman yang penuh warna kedamaian, setelah memberikan setangkai mawar ricky berkata pada nindi  bahwa besok ia akan berangkat kepulau dewata untuk memberi persiapan pernikahan mereka.
  Entah mengapa nindi sangat berat mengizinkan ricky pergi kepulau bali walau cuma dua hari saja, malam yang tepat tanggal 10 oktober ini membuat nindi tak merasa nyaman dengan batinnya, tapi tak ada alasan untuk melarang ricky dengan tujuan untuk keharmonisan mereka berdua, dengan sedikit senyuman nindi cuma berkata “cepat kembali”. Malam ini mereka habiskan dengan canda tawa ditengah hangatnya sinar bulan. Malam seakan menjaga mereka dengan taburan bintang, dinginnya malam menjadi penutup waktu mereka untuk hari ini.


  Keesokan harinya, rickypun berangkat ke denpasar, walaupun nindi tak menemani namun mereka seolah dekat dan saling berkomunikasi melalui Hp, setelah dua hari akan berlalu, ricky berencana pulang esok hari, namun malam ini ricky berencana untuk menghabiskan waktu sendirinya disebuah bar café bernama sari club, sambil menelpon nindi, ricky asyik menikmati malamnya di sary club, selesai menepon ricky juga melanjutkan pesta malam di sary club.
  Keesokan harinya nindi bangun dengan perasaan yang seperti mimpi buruk, nindi bertanya-tanya pada dirinya, ada apa ini, nindi sangat kaget ketika mendengar kabar dari ibunya bahwa telah terjadi ledakan di bali tepatnya sary club café.
Nindi menghubungi ricky berkali-kali tapi sayang nomor ricky tak aktif.
  Kekhawatiran nindi terbayar sudah dengan kabar media eletronik bahwa terjadi bom bali dengan korban 202 orang dan salah satunya adalah ricky.
Seketika itupun nindi tak sadarkan diri, berjam-jam lamanya nindi tak sadarkan diri. Setelah sadar nindi seolah tak percaya dengan semua ini, nindi mengambil tasnya dan akan mencari ricky ke bali, ibunda nindi menangis melihat ulah nindi, dan memeluk eret nindi yang seperti gila dengan kenyataan ini.
Nindi menangis dan terus menangis, dia belum yakin orang yang dicintainya telah meninggalkannya.

  Ricky telah pergi,  ya.. ricky telah tiada, impian suci kemarin selalu terjaga walau tak terwujud.   Air mata nindi selalu menemani setiap harinya dan saat malam minggu tiba, sosok yang biasa datang dengan setangkai mawarnya kini takan datang lagi, ricky telah pergi dan selamanya takan kembali lagi.
Nindi selalu menatap mawar-mawar pemberian ricky yang semakin layu.
  Esok harinya nindi datang kepusara ricky dengan membawa setangkai mawar, ini adalah pemberian nindi yang terindah menutupi pemberian mawar yang telah berlalu.
Mawar terakhir yang melambangkan penutup kisah suci mereka,
Biarlah keabadian kenagan melekat pada hati, selamat jalan cinta.

                                                                                                 OLEH: SATRIA ZR